Eonoia Gentari Amaraloka (Bagian VII: Langganan Koran)
Sejak kelas 4 SD sampai sekarang, ada satu kebiasaan baru Eon di pagi hari dan siang hari. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah Eon paling suka berada di pintu belakang rumah neneknya. Setelah mandi dan berganti baju dia tidak langsung mengambil sarapannya, dia lebih suka menunggu bapak penjual susu dan pengantar koran melewati rumahnya (rumah neneknya). Pintu belakang rumah neneknya model pintu yang bisa dibuka setengah sehingga dia bisa berdiri di belakang pintu sambil menyilangkan tangannya di atas pintu dan menaruh pipinya di atas lengan bawah. Bremm, brem, brem... "Susuuu! Susu Rembangan!!!" Bapak penjual susu baru saja melewati pintu belakang rumah. Eon langsung bergegas lari ke pintu depan. Belum sampai di pintu depan, tantenya yang juga tinggal di rumah neneknya memanggil Eon, "INI UANGNYA!" "Oh iya!" Eon langsung lari lagi ke kamar tengah dan mengambil uang yang diberi tantenya. "Ini ya Lek Su" "Iya nduk, ini susunya ya. Terima kasi...