Fatamorgana
Wedi Ireng Jember, 20:51 WIB 14/08/17 Fatamorgana: Kisah Singkat Gelap kembali datang. Tapi, kali ini bintang menemaniku. Tempat ini menjadi jauh lebih indah. Aku tidak lagi peduli walau dia tidak bersamaku. Tapi aku tetap tidak ingin berada disini. Aku ingin berjalan menuju arah cahaya dan angin. Timur. Tempat mentari memulai harinya. Awal mula angin dihembuskan. Dia hanya mengikuti kemana angin pergi. Ikut berhembus meninggalkan timur. Dan, kubiarkannya pergi. Hari demi hari. Tempat ini ternyata tidak seindah imajinasiku. Aku mulai sadar. Bahwa dialah yang membuat tempat ini menjadi indah. Bukan bintang, bukan sinar mentari, dan bukan angin. Aku harap dia disini. Sosok siluet datang dari arah timur. Dia tinggi. Rambut bergaya. Saat itu, aku pun menyimpulkan bahwa itu sosoknya. Tidak kusadari otot-otot pipiku menarik mulutku, aku tersenyum. Sebagai ucapan selamat datangnya, sebagai bahasa rinduku kepadanya. Dia. Orang yang pernah mengenalkanku pada semuanya. Semua yang dia keta...