Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Dari Pulau Pertama

  Matahari bersinar lembut pagi ini. Pepohonan mengayunkan daun-daunnya pelan. Air menggenang di jalan dan membuat tanah menjadi becek. Beberapa hewan sudah memulai hari sedari tadi. Dan tadi, aku melihat sekelompok burung bermigrasi. Ini bulan apa?   Gunung itu masih terlihat gagah, seperti pertama kali aku menginjakkan kaki di pulau ini. Aku bisa memahami mengapa warga pulau ini sangat menghormatinya. Ia seperti dewa paling bijaksana yang menganugerahi hasil bumi secara cuma-cuma tanpa merusaknya. Begitupun cara pandang mereka yang menghormatinya: tidak merusak, tidak melukai, dan tidak mencemooh. Aku bisa melihatnya, harmoni antara manusia dan alam di sini.   Di ujung bukit sana terdapat reruntuhan tempat persembahan dewa yang beralaskan dedaunan hijau. Langit dipenuhi gemerlap bintang dan selimut kemerahan dari undurnya sang mentari. Bebatuan tersusun rapi membentuk bangunan entah dari zaman kapan. Meski masih banyak yang baru saja dikeluarkan dari tanah dan berseraka...