Eonoia Gentari Amaraloka (Bagian VI: Cokelat Setengah)
Sepulang sekolah hari ini Eon terlihat sangat marah. Jelas saja dia marah, aku pun ikut marah ketika mengingatnya. Bahkan rasanya ingin menangis. Ternyata dunia ini pun sama saja. Dia langsung menuju kamar tidur tengah. Dia segara berganti baju lalu naik ke kasur dan menutup wajahnya. Di kepalanya terngiang suatu kejadian yang tadi terjadi di sekolah. Sabar ya Eon. Dulu maupun kini, ternyata dunia tetap sama, tidak ada bedanya. Hanya individu manusialah yang berubah. Entah lebih baik atau justru lebih buruk. ------- Disemester kemarin, Eon mendapatkan nilai rapor yang cukup bagus. Kalau tidak salah 90 atau 92, aku tidak terlalu ingat. Tapi yang pasti saat itu Eon sangat bahagia. Bukan main, ia sendiri tidak menyangka akan mendapatkan nilai di atas 90 untuk nilai matematika. Padahal sebenarnya hanya nilai matematikanya yang bagus. Tapi ya aku senang melihatnya bahagia seperti itu. Dia tidak perlu murung melihat nilai bahasanya yang lumayan buruk. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa...