Postingan

Dari Jendela Tua, untuk Tuan Pagi

Gambar
Jendela Tua Kepada Tuan Pagi, biarlah cahayamu menyentuh hangat melalui jendela tua ini. Biarkan ruangan itu sedikit menghangat setelah badai sore menerjang kami. Biarkan dia perlahan menyatukan kepingannya lagi. Tertanda, Jendela Tua -Din (arsip: Jember, 04/04/2020) 

Tentang Panpan dan Lautan

Gambar
Bersama ikan-ikan. Apakah ada Panpan di sana? Aku melayang menyusuri semak lautan. Keindahannya setara dengan hutan di pegunungan. Ikan-ikan itu berkumpul mencari makan atau bergosip pagi bak sekelompok burung di hutan. Aku seperti benda asing yang mengambang di lautan. Mereka tidak menghiraukanku tapi juga tidak memperbolehkanku untuk join dalam percakapan mereka atau sebenarnya lebih pantas disebut gunjingan di pagi hari bersama tukang sayur. Kulanjutkan perjalananku menyusuri lautan ini. Seekor ikan datang menghampiriku. Ikan itu seperti tidak takut pada benda asing ini. Melihatnya aku jadi teringat ikan kecilku yang aku beli di pasar kaget, namanya Panpan. Tapi, apakah Panpan bereinkarnasi menjadi ikan di lautan? Semoga, karena tempat ini cocok untuknya. Di sini ada banyak teman, indah, banyak makanan, luas (tidak terbatas di akuarium), alami, dan pasti impian ikan-ikan hias yang dijual para manusia. Ataukah Panpan sudah menjadi burung di langit sana seperti impiannya selama ini? P...

Memori Rasa Sakit

Ada banyak hal yang tidak aku ketahui di dunia ini. Terlepas tentang takdir-takdir yang menjadi kewajiban, hak, dan wewenang Tuhan. Ini tentang kisah manusia-manusia. Mungkin saja, aku sempat terlalu sombong. Kebanggaanku kepada diriku sendiri membuatku lupa bahwa manusia lain juga punya kisahnya masing-masing. Hal yang dilalui sesuai dengan porsinya. Tidak boleh ada kalimat, "Hal yang kamu lalui gak seberapa dibandingkan masalah yang sudah aku lalui kemarin." Dilarang keras! Hatiku rasanya sangat teriris. Lagi-lagi aku menyerap rasa sakitnya. Untuk mereka, teman-temanku yang kesulitan menitikkan air matanya. Setelah mendengar kisah mereka, aku menjadi yakin bahwa Tuhan memang memberi sesuai porsinya. Beratnya yang aku rasakan itu juga masih dalam porsiku. Mungkin saja di dunia ini peranku memang sebagai jembatan. Boleh jadi ternyata bukan hanya satu peran, tapi lebih. Kali ini ada satu peran yang aku sadari dan sepertinya itu menurun dari nenekku ke mamaku, lalu ke aku. Yait...

Bunga Tidur

Kadang, aku takut dengan diriku sendiri. Sebenarnya aku gak mau menyebut diriku indigo, cenayang, peramal, atau sejenisnya. Tapi ini lumayan mengusik aku selama bertahun-tahun. Aku tidak membencinya, hanya saja aku terusik. Entah berapa kali aku mengalami ini dan sejak kapan. Sejak kecil kah? Atau semenjak hari itu? Aku tidak bisa menyebut diriku spesial atau istimewa, pada dasarnya kita semua adalah spesial untuk diri kita masing-masing. Seperti yang pernah aku katakan, bahwa aku bukanlah orang yang lahir dari keluarga religius, semuanya aku maknai sendiri. Tapi apakah kalian percaya bahwa aku terkadang tau sesuatu sebelum waktunya? Seperti nenekku yang diberi petunjuk oleh Tuhan bagaimana cara menyembuhkan luka kakiku (sewaktu kecil) lewat mimpi? Berkali-kali nenekku menceritakan tentang mimpinya itu, absurd tapi selalu dianggap bahwa itu sebuah petunjuk dari Tuhan. Aku pun mengalami yang nenekku alami. Tapi rasanya mimpiku lebih tersurat ketimbang mimpi nenekku yang sangat amat ters...

Sonokembang

Gambar
Aku bersyukur kemarin aku dipertemukan dengan Sonokembang.  Mereka berdiri berjejer-jejer di sepanjang jalanku berangkat bekerja. "Ya ampun, cantik banget! Tapi sayang aku sedang keburu. Mungkin kita besok akan bertemu lagi dan kamu sudah mulai menggugurkan kelopakmu, " kataku dalam hati.  Dan hari Ini...  Ihihihi, aku senang sekali. Aku hampir saja menangis karena saking senangnya melihat karpet Kembang Kuning. Aku jadi teringat masa SMA-ku ketika aku berangkat sekolah menggunakan sepeda engkol. Haha, biasanya aku terburu-buru berangkat karena sudah mepet waktu masuk. Tapi, ketika tau Sonokembang mekar, aku rela berangkat pagi untuk melihat cantiknya. Serasa di Jepang. Tapi, itulah kali terakhir aku melihat karpet kuning di Jember. Setelah itu, sayangnya pohon-pohonnya di gundul. Aku marah, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dan bersyukurnya ketika pindah ke Jogja ini aku diberi kesempatan lagi untuk melihat Kembang Kuning. Terima kasih Ya Allah...  Tapi Sono...

Tuan Pagi?

Gambar
"Halo kotak kecil kumal! Bagaimana rasanya sekali lagi pintumu terketuk? Apakah kamu bahagia? Ataukah menjadi kelabu?" Sawah dekat kos ... Minggu pagi ini seperti biasa aku duduk di pinggir sawah, menyempatkan diri untuk mengisi energi sebelum memulai hari Senin. Kali ini tidak ada bapak petani yang menanyaiku, "piye nduk?". Kalau diingat jujur saja itu lucu. Aku heran saja bapak itu mengira aku kenapa-kenapa. Ya emang sih, duduk di pinggir sawah dengan sepatu olahraga menjadi hal yang aneh. Apalagi aku hanya duduk dan melihat hijaunya tanaman padi di depanku. Pasti bapak itu mengira aku banyak masalah. Tapi bukan karena itu. Dan kali ini juga bukan karena itu, aku hanya butuh recharge diri. Rupanya kali ini aku tidak sendiri. Aku melihat orang sepertiku (berpakaian olahraga) yang duduk di pinggir sawah). Raut wajahnya menandakan bahwa dia butuh udara segar sepertiku. Aku tidak menyapanya. Aku langsung duduk di gubuk. Burung-burung langsung terbang menjauhi lahan p...

Random Things that I Wanna Tell You

Gambar
Hari ini aku sudah siap untuk menceritakan bagaimana perjalananku akan terus berlanjut. Hmm, dari mana ya aku akan memulai kisah ini. Mungkin aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku adalah Dinda. Dari dulu aku tau bagaimana sebenarnya aku ini. Aku memiliki keinginan yang kuat walaupun sebenarnya kecerdasan otakku pas-pasan. Aku suka sekali mempelajari sesuatu. Aku suka mengeksplor banyak hal bahkan sampai sekarang. Mungkin itu menjadi sifat yang melekat dalam diriku sejak lahir. Sejak kecil aku suka sekali membaca, bukan kutu buku tapi memang suka saja. Sejak kecil juga aku belajar berdoa, belajar agama yang menjadi agamaku sampai sekarang. Sejujurnya aku punya otak yang cukup aneh. Aku dengan mudah mengingat hal-hal sepele yang jarang ter- notice oleh orang lain. Tapi bertolak belakang dengan itu, aku justru dengan mudah melupakan wajah orang. Keluarga besarku bukanlah keluarga yang agamis. Jadi aku belajar tata cara berdoa dan ilmu agama justru dari tempat ngajiku. Keluar...