Postingan

Bunga Tidur

Kadang, aku takut dengan diriku sendiri. Sebenarnya aku gak mau menyebut diriku indigo, cenayang, peramal, atau sejenisnya. Tapi ini lumayan mengusik aku selama bertahun-tahun. Aku tidak membencinya, hanya saja aku terusik. Entah berapa kali aku mengalami ini dan sejak kapan. Sejak kecil kah? Atau semenjak hari itu? Aku tidak bisa menyebut diriku spesial atau istimewa, pada dasarnya kita semua adalah spesial untuk diri kita masing-masing. Seperti yang pernah aku katakan, bahwa aku bukanlah orang yang lahir dari keluarga religius, semuanya aku maknai sendiri. Tapi apakah kalian percaya bahwa aku terkadang tau sesuatu sebelum waktunya? Seperti nenekku yang diberi petunjuk oleh Tuhan bagaimana cara menyembuhkan luka kakiku (sewaktu kecil) lewat mimpi? Berkali-kali nenekku menceritakan tentang mimpinya itu, absurd tapi selalu dianggap bahwa itu sebuah petunjuk dari Tuhan. Aku pun mengalami yang nenekku alami. Tapi rasanya mimpiku lebih tersurat ketimbang mimpi nenekku yang sangat amat ters...

Sonokembang

Gambar
Aku bersyukur kemarin aku dipertemukan dengan Sonokembang.  Mereka berdiri berjejer-jejer di sepanjang jalanku berangkat bekerja. "Ya ampun, cantik banget! Tapi sayang aku sedang keburu. Mungkin kita besok akan bertemu lagi dan kamu sudah mulai menggugurkan kelopakmu, " kataku dalam hati.  Dan hari Ini...  Ihihihi, aku senang sekali. Aku hampir saja menangis karena saking senangnya melihat karpet Kembang Kuning. Aku jadi teringat masa SMA-ku ketika aku berangkat sekolah menggunakan sepeda engkol. Haha, biasanya aku terburu-buru berangkat karena sudah mepet waktu masuk. Tapi, ketika tau Sonokembang mekar, aku rela berangkat pagi untuk melihat cantiknya. Serasa di Jepang. Tapi, itulah kali terakhir aku melihat karpet kuning di Jember. Setelah itu, sayangnya pohon-pohonnya di gundul. Aku marah, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dan bersyukurnya ketika pindah ke Jogja ini aku diberi kesempatan lagi untuk melihat Kembang Kuning. Terima kasih Ya Allah...  Tapi Sono...

Tuan Pagi?

Gambar
"Halo kotak kecil kumal! Bagaimana rasanya sekali lagi pintumu terketuk? Apakah kamu bahagia? Ataukah menjadi kelabu?" Sawah dekat kos ... Minggu pagi ini seperti biasa aku duduk di pinggir sawah, menyempatkan diri untuk mengisi energi sebelum memulai hari Senin. Kali ini tidak ada bapak petani yang menanyaiku, "piye nduk?". Kalau diingat jujur saja itu lucu. Aku heran saja bapak itu mengira aku kenapa-kenapa. Ya emang sih, duduk di pinggir sawah dengan sepatu olahraga menjadi hal yang aneh. Apalagi aku hanya duduk dan melihat hijaunya tanaman padi di depanku. Pasti bapak itu mengira aku banyak masalah. Tapi bukan karena itu. Dan kali ini juga bukan karena itu, aku hanya butuh recharge diri. Rupanya kali ini aku tidak sendiri. Aku melihat orang sepertiku (berpakaian olahraga) yang duduk di pinggir sawah). Raut wajahnya menandakan bahwa dia butuh udara segar sepertiku. Aku tidak menyapanya. Aku langsung duduk di gubuk. Burung-burung langsung terbang menjauhi lahan p...

Random Things that I Wanna Tell You

Gambar
Hari ini aku sudah siap untuk menceritakan bagaimana perjalananku akan terus berlanjut. Hmm, dari mana ya aku akan memulai kisah ini. Mungkin aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku adalah Dinda. Dari dulu aku tau bagaimana sebenarnya aku ini. Aku memiliki keinginan yang kuat walaupun sebenarnya kecerdasan otakku pas-pasan. Aku suka sekali mempelajari sesuatu. Aku suka mengeksplor banyak hal bahkan sampai sekarang. Mungkin itu menjadi sifat yang melekat dalam diriku sejak lahir. Sejak kecil aku suka sekali membaca, bukan kutu buku tapi memang suka saja. Sejak kecil juga aku belajar berdoa, belajar agama yang menjadi agamaku sampai sekarang. Sejujurnya aku punya otak yang cukup aneh. Aku dengan mudah mengingat hal-hal sepele yang jarang ter- notice oleh orang lain. Tapi bertolak belakang dengan itu, aku justru dengan mudah melupakan wajah orang. Keluarga besarku bukanlah keluarga yang agamis. Jadi aku belajar tata cara berdoa dan ilmu agama justru dari tempat ngajiku. Keluar...

Titik Balik: Berlayar Kembali

Deru ombak terdengar memekakan telinga. Bau amis air laut juga tercium dari angin yang membawanya kemari. Lautan di depan ini tidak begitu terlihat, semuanya gelap. Sepertinya juga mendung. Aku seorang diri di sini. Aku berdiri di sebuah pulau yang tercipta hanya untukku dan pantai imajinasiku. Aku tidak pernah takut sendirian di sini. Apa lagi yang aku inginkan selain diriku sendiri? Tapi sudah cukup lama aku berdiri di sini dengan perahu yang aku rakit sendiri. Sambil menimbang-nimbang, apakah ini saat yang tepat untuk mengarungi lautan lagi? Tapi sepertinya badai belum begitu reda dan seperti akan datang badai besar lagi. Sejujurnya saat ini aku tidak merasa cukup nyaman berada di sini. Memang tempat ini sungguhlah tempat yang aman bagiku. Tapi, kenapa rasanya aku masih kehilangan diriku? Hujan sudah mengguyur tapi aku masih tetap di sini. Aku memandang lautan yang tidak pernah lupa untuk mendeburkan ombaknya ke pantai. Air pasang sudah naik dan mulai menyentuh ibu jari kaki. Aku se...

Menuju "Baik"

Sebelum kalian membaca tulisan ini lebih jauh dan sebelum saya menulis lebih dalam, saya ingin memberitahu terlebih dahulu bahwa disini saya tidak bermaksud menjelekkan, memihak, maupun mengajak siapapun untuk mempercayai tulisan saya. Disini saya hanya ingin menuliskan isi pikiran saya. Kalian boleh banget mengutarakan pendapat kalian disini, saya sangat menyukai diskusi yang sehat. Selamat membaca~ ... Pada hari yang berawan, saat itu saya dan ayah saya berboncengan untuk pulang. Di perjalanan, tiba-tiba ayah saya menanyakan sesuatu pada saya. Entahlah, sebenarnya pertanyaan itu ditujukan pada saya atau pada dirinya sendiri. "Papa ini tidak tahu ya, sebenarnya menjadi manusia itu harusnya seperti apa? Apa yang baik seperti pakdhemu itu tapi terkesan bodoh karena kalau dijahati orang lain dia diam saja, atau seperti papa gini?" Saya cukup memahami maksud ayah saya ini. Karena pakdhe saya itu orangnya sangat baik dan tulus, tapi saking baiknya dia pernah ditipu temannya tapi ...

Pagi untuk Dinda

Gambar
Ada banyak yang terjadi di pagi hari. Bisa saja saya memberi judul tulisan ini dengan: Undercover Pagi Hari, Untold Story of Morning , atau apapun itu yang menceritakan tentang sesuatu yang jarang dipandang mengenai pagi hari. Sebelum bercerita tentang pagi, izinkan saya untuk bercerita sedikit mengenai malam. Malam adalah waktu bagi banyak makhluk beristirahat. Tapi malam bukan hanya sekadar soal istirahat, tapi malam memiliki ceritanya sendiri. Makhluk nokturnal selalu melakukan aktivitasnya di malam hari. Ketika terbangun untuk melihat bintang jatuh, saya selalu mendengar suara kelelawar, kucing-kucing yang sibuk, dan beberapa anjing berkeliling. Manusia pun begitu. Masih mengoceh di warung kopi untuk membicarakan tentang konspirasi, dunia, filosofi, dan spiritualisme. Ada juga yang sibuk bekerja di pabrik karena shift malam atau sebagai kupu-kupu malam. Di diskotik atau clubbing juga mungkin memilih mabuk agar masalah di siang hari bisa segera dia lupakan sementara. Dan masih bany...