Postingan

Random Things that I Wanna Tell You

Gambar
Hari ini aku sudah siap untuk menceritakan bagaimana perjalananku akan terus berlanjut. Hmm, dari mana ya aku akan memulai kisah ini. Mungkin aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku adalah Dinda. Dari dulu aku tau bagaimana sebenarnya aku ini. Aku memiliki keinginan yang kuat walaupun sebenarnya kecerdasan otakku pas-pasan. Aku suka sekali mempelajari sesuatu. Aku suka mengeksplor banyak hal bahkan sampai sekarang. Mungkin itu menjadi sifat yang melekat dalam diriku sejak lahir. Sejak kecil aku suka sekali membaca, bukan kutu buku tapi memang suka saja. Sejak kecil juga aku belajar berdoa, belajar agama yang menjadi agamaku sampai sekarang. Sejujurnya aku punya otak yang cukup aneh. Aku dengan mudah mengingat hal-hal sepele yang jarang ter- notice oleh orang lain. Tapi bertolak belakang dengan itu, aku justru dengan mudah melupakan wajah orang. Keluarga besarku bukanlah keluarga yang agamis. Jadi aku belajar tata cara berdoa dan ilmu agama justru dari tempat ngajiku. Keluar...

Titik Balik: Berlayar Kembali

Deru ombak terdengar memekakan telinga. Bau amis air laut juga tercium dari angin yang membawanya kemari. Lautan di depan ini tidak begitu terlihat, semuanya gelap. Sepertinya juga mendung. Aku seorang diri di sini. Aku berdiri di sebuah pulau yang tercipta hanya untukku dan pantai imajinasiku. Aku tidak pernah takut sendirian di sini. Apa lagi yang aku inginkan selain diriku sendiri? Tapi sudah cukup lama aku berdiri di sini dengan perahu yang aku rakit sendiri. Sambil menimbang-nimbang, apakah ini saat yang tepat untuk mengarungi lautan lagi? Tapi sepertinya badai belum begitu reda dan seperti akan datang badai besar lagi. Sejujurnya saat ini aku tidak merasa cukup nyaman berada di sini. Memang tempat ini sungguhlah tempat yang aman bagiku. Tapi, kenapa rasanya aku masih kehilangan diriku? Hujan sudah mengguyur tapi aku masih tetap di sini. Aku memandang lautan yang tidak pernah lupa untuk mendeburkan ombaknya ke pantai. Air pasang sudah naik dan mulai menyentuh ibu jari kaki. Aku se...

Menuju "Baik"

Sebelum kalian membaca tulisan ini lebih jauh dan sebelum saya menulis lebih dalam, saya ingin memberitahu terlebih dahulu bahwa disini saya tidak bermaksud menjelekkan, memihak, maupun mengajak siapapun untuk mempercayai tulisan saya. Disini saya hanya ingin menuliskan isi pikiran saya. Kalian boleh banget mengutarakan pendapat kalian disini, saya sangat menyukai diskusi yang sehat. Selamat membaca~ ... Pada hari yang berawan, saat itu saya dan ayah saya berboncengan untuk pulang. Di perjalanan, tiba-tiba ayah saya menanyakan sesuatu pada saya. Entahlah, sebenarnya pertanyaan itu ditujukan pada saya atau pada dirinya sendiri. "Papa ini tidak tahu ya, sebenarnya menjadi manusia itu harusnya seperti apa? Apa yang baik seperti pakdhemu itu tapi terkesan bodoh karena kalau dijahati orang lain dia diam saja, atau seperti papa gini?" Saya cukup memahami maksud ayah saya ini. Karena pakdhe saya itu orangnya sangat baik dan tulus, tapi saking baiknya dia pernah ditipu temannya tapi ...

Pagi untuk Dinda

Gambar
Ada banyak yang terjadi di pagi hari. Bisa saja saya memberi judul tulisan ini dengan: Undercover Pagi Hari, Untold Story of Morning , atau apapun itu yang menceritakan tentang sesuatu yang jarang dipandang mengenai pagi hari. Sebelum bercerita tentang pagi, izinkan saya untuk bercerita sedikit mengenai malam. Malam adalah waktu bagi banyak makhluk beristirahat. Tapi malam bukan hanya sekadar soal istirahat, tapi malam memiliki ceritanya sendiri. Makhluk nokturnal selalu melakukan aktivitasnya di malam hari. Ketika terbangun untuk melihat bintang jatuh, saya selalu mendengar suara kelelawar, kucing-kucing yang sibuk, dan beberapa anjing berkeliling. Manusia pun begitu. Masih mengoceh di warung kopi untuk membicarakan tentang konspirasi, dunia, filosofi, dan spiritualisme. Ada juga yang sibuk bekerja di pabrik karena shift malam atau sebagai kupu-kupu malam. Di diskotik atau clubbing juga mungkin memilih mabuk agar masalah di siang hari bisa segera dia lupakan sementara. Dan masih bany...

Eonoia Gentari Amaraloka (Bagian IX: Surat Untuk Pemimpin Redaksi)

Kata-kata dari tantenya memberi ide Eon untuk segera menuliskan surat keluhan dari pembaca. Dia segera mengambil koran dan mencari artikel "Pembangkit Listrik Tenaga Jin". Dia menggunting bagian itu seperti akan membuat kliping. Biasanya tantenya akan marah jika Eon menggunting koran yang masih terbit baru-baru ini. Tapi ini kan ide dari tantenya, mungkin tidak apa-apa. ... Jumat, 23 Mei 2008 Selamat malam.. Perkenalkan nama saya Eonoia Gentari Amaraloka. Sekarang saya adalah murid kelas 5 SD di Jember. Saya adalah anak yang suka membaca. Sebenarnya hobi saya sangat banyak, saya suka bermain basket, menanam bunga, menulis cerita, menggambar, dll. Oh iya, saya juga suka sekali membaca koran terutama rubrik karikatur. Dari dulu saya ingin langganan koran tapi kata ayah tidak boleh karena katanya tante sudah langganan, jadi saya selalu pinjam koran milik tante. Saya juga ingin menerbitkan karikatur yang saya gambar. Koran hari ini beritanya kebanyakan tentang BBM, jujur saja say...

Jurnal Perjalanan: Ijen-Baluran (Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo)

Gambar
Jember, 09 Juni 2023 Pukul 12.30 WIB. Aku baru saja pulang kerja. Terlihat dua temanku dari Pasuruan sudah datang dan adikku sedang bersiap-siap untuk perjalanan panjang kami. Aku segera masuk rumah, mandi, berganti baju, serta sembahyang. Oh iya, siram bunga! Aku bergegas ke lantai dua untuk menyiram bunga. Ke depan, ke belakang, ke depan lagi, lalu yang terakhir yaitu menyiram tanaman di lantai 1. Setelah menyiram bunga-bunga, aku menghidupkan air tandon kemudian packing barang-barang sambil meneliti satu-satu agar tidak ada yang tertinggal. Karena merasa kelebihan barang bawaan, aku meninggalkan satu sleepingbag dan hanya membawa satu. Sebenarnya saat itu aku ingin sekali meninggalkan jaketku karena aku sudah membawa 2 pakaian. Tapi tidak jadi. Tiba-tiba air tandon rumah luber, aku segera ke dapur dan mematikan air tandon. Tidak lupa aku mengunci pintu belakang & pintu kamar, membawa barang bawaan ke depan, mengeluarkan motor, mengunci pintu depan, serta menggembok pagar rumah...

Eonoia Gentari Amaraloka (Bagian VIII: Pembangkit Listrik Tenaga Jin)

"Dah, Zin!" Eon melambaikan tangan pada Zin sebelum masuk ke rumah. "Dah Eon!" balas Zin.  "NEK, AKU PULANG!" Tidak ada jawaban yang terdengar. Sepertinya orang-orang sedang tidak di rumah. Tante dan orang tuanya pasti masih bekerja. Sedangkan Abhi, Widya, dan Aga mungkin masih belum pulang karena mereka sudah menjadi murid SMP, pulangnya lebih siang daripada murid SD. Dan neneknya, mungkin saja di dapur, atau di lantai dua untuk mengambil jemuran, atau bisa jadi di rumah tetangganya.  Eon segera melepas sepatunya dan berjalan menuju dapur. Ternyata di sana tidak ada neneknya.  "NEK!" Panggil Eon.  "APA? Nenek di atas!" jawab nenek Eon dari lantai dua. Benar saja, dari dapur saja sudah terdengar suara mesin jahit. Eon langsung naik ke atas menyusuri tangga menuju lantai dua untuk memastikan neneknya benar ada di atas. Neneknya sedang menjahit. Belum sempat bilang/bertanya apa-apa, neneknya langsung menjawab,  "ada sayur bayem di da...