Eonoia Gentari Amaraloka (Bagian IX: Surat Untuk Pemimpin Redaksi)
Kata-kata dari tantenya memberi ide Eon untuk segera menuliskan surat keluhan dari pembaca. Dia segera mengambil koran dan mencari artikel "Pembangkit Listrik Tenaga Jin". Dia menggunting bagian itu seperti akan membuat kliping. Biasanya tantenya akan marah jika Eon menggunting koran yang masih terbit baru-baru ini. Tapi ini kan ide dari tantenya, mungkin tidak apa-apa.
...
Jumat, 23 Mei 2008
Selamat malam..
Perkenalkan nama saya Eonoia Gentari Amaraloka. Sekarang saya adalah murid kelas 5 SD di Jember. Saya adalah anak yang suka membaca. Sebenarnya hobi saya sangat banyak, saya suka bermain basket, menanam bunga, menulis cerita, menggambar, dll. Oh iya, saya juga suka sekali membaca koran terutama rubrik karikatur. Dari dulu saya ingin langganan koran tapi kata ayah tidak boleh karena katanya tante sudah langganan, jadi saya selalu pinjam koran milik tante. Saya juga ingin menerbitkan karikatur yang saya gambar.
Koran hari ini beritanya kebanyakan tentang BBM, jujur saja saya tidak begitu tertarik dengan itu karena saya lebih suka berita tentang pembunuhan seperti yang ada di Detective Conan. Tapi ada satu artikel yang menarik untuk dibaca, judulnya: "Pembangkit Listrik Tenaga Jin". Dari judulnya saja saya bingung. Bagaimana bisa listrik tercipta dari jin? Akhirnya saya baca artikel itu sampai 10 kali mungkin. Tapi saya tetap saja tidak bisa paham. Saya cari jawabannya di buku milik kakak sepupu saya, katanya energi itu kekal dan tidak bisa dimusnahkan maupun diciptakan begitu saja tanpa apapun. Saya bingung sekali, awalnya saya mengira mungkin saja karena saya masih kelas 5 SD makanya kesulitan memahami isi beritanya. Tapi barusan saya tanyakan ke tante saya, kata tante saya ini adalah hoax atau berita bohong. Makanya sekarang saya menuliskan ini. Mungkin saja Pemimpin Redaksi koran ini kurang teliti jadi saya bantu koreksi agar orang-orang yang membaca tidak salah paham.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. Semoga surat saya mendapatkan balasan.
*nb: saya sekalian mengirim gambar karikatur saya, saya ingin Pemimpin Redaksi melihatnya :)
...
Setelah membacanya kembali, Eon melipat kertasanya dan menaruhnya di amplop berwarna putih dan menuliskan bahwa surat ini ditujukan kepada Pemimpin Redaksi, pengirim bernama Eonoia Gentari Amaraloka, dan alamat koran tersebut. Kemudian dia berlari menuju ruang tengah dan mencari perangko di lemari alat-alat tulis. Nah, ini perangkonya! Hihihi, tinggal di kirim.
Malam ini pasti Eon tidak bisa tidur lagi. Sedari tadi dia hanya memikirkan Pemimpin Redaksi yang akan melihat tulisannya dan gambarnya, dia sudah tidak sabar untuk segera mengirimkan suratnya itu. Kalau bisa dikirim malam ini, mungkin dia pasti sudah mengirimkannya. Tapi bagaimana lagi, kantor pos pasti sudah tutup jam segini. Kalau boleh jujur, aku heran melihat Eon yang begitu tidak sabar mengirim surat. Padahal ini bukan surat cinta, bukan juga surat untuk kerabatnya, ini surat untuk Pemimpin Redaksi loh, belum tentu juga dibaca. Ya tapi entahlah, emang agak gila Eon ini. Mungkin saja otaknya sedang salah tafsir, makanya dia mengeluarkan hormon serotonin berlebih.
-Din, Jember 11:43 (27/07/23)
-Din, Jember 11:43 (27/07/23)
Komentar
Posting Komentar