Postingan

Sudah

Gambar
Sekitar sebulan yang lalu, aku baru saja selesai nonton film Story of Kale karena saran dari temanku lewat chat. Seketika itu juga aku langsung membuka platform film online dan mencari judul film indo Story of Kale. Saat aku tonton film itu, sebenernya aku sebel banget sama tokoh Dinda, bodoh sumpah. Entahlah, gak related sama kehidupanku. Lagu "Sudah" yang dinyanyikan oleh tokoh Kale cukup mencuri perhatianku. Bagus tapi tidak bisa begitu memahami isinya. Dalam pikiranku, kasihan si Kale ini, tapi bagaimanapun baiknya emang harus ikhlas. Pintar sekali aku mengomentari dan menasihati kehidupan dari tokoh-tokoh yang ada pada film tersebut saat itu. Siapa sangka, baru-baru ini aku dikenalkan Tuhan dengan berbagai bentuk ikhlas. Menurutku, akhir-akhir ini aku seperti benar-benar mencapai kata ikhlas sesungguhnya. Melepas dan membiarkan segalanya bekerja dengan cara semesta. Akhirnya aku mengerti maksud lagu yang disampaikan tokoh Kale, Sudah Lupakan semua derita Doa semesta menj...

Ilusi Nyata

Jember, 13:12 WIB. Seperti hidup dalam cerita yang kubuat. Rasa ini mengubah kenyataan menjadi sebuah skenario. Skenario yang aku buat sendiri seolah aku dan dia berada dalam sebuah kotak. Seolah setiap sudut yang ada menjebakku untuk terus bersamanya. Aku lupa bahwa sebenarnya tidak ada garis yang mendorong kami masuk dalam sebuah kotak. Dinding-dinding yang aku lihat dan rasakan hanyalah sebuah kotak kosong yang aku ciptakan sendiri. Dia mungkin tidak merasa bahwa dirinya berada dalam sebuah kotak yang sama denganku. Hanya saja, apakah aku harus berharap bahwa kotak itu benar nyata? Seperti tali yang mengikat dua manusia. Seakan sejauh apapun aku melangkah, aku tahu bahwa aku akan kembali kepadanya. Entah dia yang menarikku, aku yang menariknya, atau Tuhan yang menarik kami berdua. Tapi tali itu hanya sebuah ilusi. Tali itu sebenarnya tidak pernah ada. Hanya aku yang mungkin mengikutinya kemana pun dia pergi. Bukan aku atau dia yang menariknya. Apalagi Tuhan yang harus ikut campur ...

Tebing Tepi Laut

Semua berawal dari seorang pemuda yang menghampiri kami di saat hari sudah gelap. Dia hanya diam dan menatap lautan di depannya. Aku tidak bisa melihat wajahnya, terlalu gelap. Kemudian dia membungkuk dan mengambil sesuatu di bawahnya. Dia melemparkannya pada lautan dan bersumpah serapah, "Anjing lo! Bangsat! Tai!". Lautan membalasnya dengan ombak yang berdebur. Lalu dia pergi. Keesokan harinya, seorang wanita muda datang menghampiri kami. Tak seperti pemuda kemarin, dia hanya duduk, menekuk lututnya, dan membenamkan wajahnya pada kedua lututnya itu. Sudah sekitar setengah jam wanita itu duduk dengan posisi seperti itu. Aku melihat langit mulai mendung dan air hujan menetes sedikit demi sedikit. Wanita itu mulai mendongakkan kepalanya dan menatap langit dengan mata merahnya. Dan sembab lebih tepatnya. Air hujan menetes di pipinya. Dia pun berdiri dan pergi. Keesokan harinya, di sore hari, seorang wanita yang lain datang menghampiri kami juga. Sambil membawa kendi di tangann...

Mimpi Buruk

Aku tenggelam dalam pikiranku Tubuhku melemah dihisap waktu Kepalaku membengkak dan bernanahkan pikiran gila Anganku hilang dicuri beban dan tanggung jawab ... Semoga ini hanya mimpi

Peran

Ini perihal jembatan yang dilalui banyak orang Berlalu lalang seenaknya Tanpa tahu betapa rapuhnya jembatan itu Hanya berpikir antara sukses melewati atau malah mati di tengah jalan Tanpa peduli jembatan itu runtuh karena mereka Gak masalah, bukan salah jembatan itu kok Sekalipun konstruksinya lemah Ini salah mereka yang tetap ingin melewatinya Ini perihal aku yang terlahir di dunia

Jeda

Aku duduk dibawah kedipan bintang-bintang pepohonan yang rimbun dan langit yang hitam pekat Aku ingin tinggal lebih lama disini Nyala api unggun meredup kelabu Kedipan bintang berubah menjadi sebuah tatapan Teman-teman disebelahku terdiam Terima kasih atas suasana tengah malam ini Aku ingin berdiskusi dengan Tuhan dan Semesta Kuhentikan waktu, kuberi sedikit jeda pada malam ini Tuhan, ini aku, anak Semesta Izinkan aku bertanya kepada-Mu dan tolong jawab semua pertanyaan yang kuajukan Ada beribu, berjuta, dan bahkan tak terhingga Tuhan, mengapa aku diciptakan? Padahal Kau tahu manusia akan merusak semesta ini Lalu mengapa aku diciptakan? Padahal Kau tahu aku tidak akan pernah se-patuh malaikat, makhluk ciptaan-Mu yang paling suci itu Dan mengapa aku diciptakan? Padahal manusia-manusia itu melihatku sebagai makhluk durhaka yang meragukan-Mu dengan pertanyaan-pertanyaan kurang ajar seperti ini Hah! Yang benar saja Ragu atau meyakinkan diri maksudku Masih ada banyak p...

Tiga Jam

Sebuah waktu magis yang dibuka dengan obrolan canggung. Entah bagaimana kata-kata tumbuh dan terangkai menjadi cerita yang cukup panjang. Di tiga jam ini satu part cerita tentang kita tercipta. Seperti sajak-sajak tentangnya yang belum pernah aku dengar dan sebaliknya. Tiga jam aku didorong waktu untuk segera melangkah. Kalau bukan karena  waktu, aku tidak akan pernah memulai apapun dengannya. Langkah pertama pada jalan yang belum pernah kutempuh untuk mengenalnya lebih jauh. Dan. Cukup tiga jam saja waktu terhenti. Selebihnya, kita harus sadar kehidupan bukanlah disini. Kita punya waktu masing-masing. Bukan tiga jam itu.