Sudah

Sekitar sebulan yang lalu, aku baru saja selesai nonton film Story of Kale karena saran dari temanku lewat chat.

Seketika itu juga aku langsung membuka platform film online dan mencari judul film indo Story of Kale. Saat aku tonton film itu, sebenernya aku sebel banget sama tokoh Dinda, bodoh sumpah. Entahlah, gak related sama kehidupanku. Lagu "Sudah" yang dinyanyikan oleh tokoh Kale cukup mencuri perhatianku. Bagus tapi tidak bisa begitu memahami isinya. Dalam pikiranku, kasihan si Kale ini, tapi bagaimanapun baiknya emang harus ikhlas.

Pintar sekali aku mengomentari dan menasihati kehidupan dari tokoh-tokoh yang ada pada film tersebut saat itu. Siapa sangka, baru-baru ini aku dikenalkan Tuhan dengan berbagai bentuk ikhlas. Menurutku, akhir-akhir ini aku seperti benar-benar mencapai kata ikhlas sesungguhnya. Melepas dan membiarkan segalanya bekerja dengan cara semesta. Akhirnya aku mengerti maksud lagu yang disampaikan tokoh Kale,
Sudah
Lupakan semua derita
Doa semesta menjaga
Luka akan hilang
Perlahan terobati
Belajar memahami masa depan
Takkah yang disimpan akan tenang?
Melahirkan semua nada indah
Mencoba menjadi bahagiamu sendiri

Penggalan lirik lagu "Sudah" milik Ardhito rupanya menjadi temanku sekarang. Hampir setiap pagi ketika aku merawat semua tanamanku di rumah, aku selalu memutarnya. Sepertinya aku bisa merasakan perasaan tokoh Kale saat itu (serasa dihina Kale karena sudah sok menasihati tapi faktanya belum bisa beranjak). Bohong kalo aku bilang tidak menderita. Masih terasa jelas tapi ya sudah. Bahkan untuk beberapa kali aku masih merasa sedih. Tapi ikhlas membuatku merasa lebih leluasa. Mungkin karena jadi lebih terbuka ya dan bisa menerima kenyataan. Liriknya benar-benar bisa aku pahami dan resapi. Setidaknya aku bisa memandang dunia dan masa depan menjadi lebih indah daripada sebelumnya.

Seperti tanpa usaha dan tanpa berdoa, sebuah bentuk ikhlas itu muncul dengan sendirinya. Tapi bisa jadi karena doa dan usahaku sebelum-sebelumnya. Ketika menyerah, Tuhan mengabulkannya. Lagi.

Komentar