Postingan

Rumah Pompa Medokan Ayu Hilir

Gambar
Rumah Pompa Medokan Ayu Hilir Sebuah tempat peristirahatan air sebelum nantinya akan mengalir ke laut. Sederhana mungkin. Hanya pintu air. Tapi ternyata dari sini saya bisa melihat lingkungan hidup yang sesungguhnya. Bagaimana interaksi antara masyarakat, pemerintah, dan lingkungan (bagaimana kebijakan dan sistem yang sesuai agar tidak ada pihak yang dirugikan). Masih sangat melekat di otak saya bagaimana Pak Di -penjaga pintu air, menjelaskan pintu air ini bekerja. Pintu air ini tidak semena-mena dibuka maupun dipompa, ada beberapa pertimbangan. Alat ukur ketinggian air sungai dan jaring sampah "Saya hanya njaga dan menunggu perintah dari sana. Kalau buka pintu, tergantung level (volume ketinggian sungai) air. Kayak sekarang 50, berarti masih normal. Jadi gak perlu dipompa. Tapi tetap harus ada satu pintu yang dibuka untuk nelayan lewat," jelas Pak Di. "Kalau pompa nunggu perintah dari sana (pemerintah) tapi tetap harus melihat sekitar. Kayak s...

Batu 03.45 WIB

Gambar
Batu, 03.45 WIB (Dinda Ayu Salsabila) (9 Sept 2018) Kususuri hutan gelap di tengah malam Demi rasa yang ku titipkan pada waktu yang akan berlalu Arjuna Kusinggahi bukit untuk sekadar memandangmu Membuang sisa bebanku ke dasar jurang Aku dan kawan Bersama kabut penanda pagi Kami memaknai diri tentang perihal kehidupan Berdiskusi untuk mencari jawaban setiap pertanyaan tabu Keindahanmu mengikis kerak candu duniawi Di waktu sekarang Pada lantunan lagu yang berkumandang dalam suasana syahdu Aku berjanji untuk bahagia Surabaya, 13.05 WIB

Kembang Kempis dan Manusia Kemarin

Gambar
Kembang Kempis “Indonesia saat ini adalah negara berkembang." Hampir tujuh puluh tiga tahun Indonesia masih terjebak dengan sebutan negara berkembang. Seperti menjadi tahta paling mentok yang disandang oleh negara ini. Tapi bisa jadi malah semakin menurun, dari “berkembang” turun tahta menjadi “miskin”. Sejak merdeka sampai saat ini kata berkembang selalu terngiang dalam pikiran. Lalu mengapa Indonesia masih dalam kata “berkembang”? Ulas balik setiap masalah di Indonesia sejak sebelum penjajahan. Era sebelum penjajahan, rakyat Indonesia yang masih terpecah belah dalam lingkup kerajaan-kerajaan dan masih sering terjadi perang antar kerajaan. Setelah para penjajah masuk, masih sering terjadi perang karena adu domba. Lalu muncullah pemuda Indonesia yang bisa mengisukan tentang penjajahan (yang dilakukan beberapa negara lain) kepada rakyat Indonesia. Setelah merdeka rakyat Indonesia kembali dihantui masalah internal negara ini. Masa bodoh dengan masalah dari luar, wong musuh kit...

Ragam Maha

Ragam Maha Oleh: Dinda Ayu Salsabila Bungkam diam menyimpan dendam Merutuk kantuk yang menumpuk Berkata dengan kata tak tertata Berargumentasi dalam demonstrasi tak berisi Mengalir menyusur hilir bergilir Surabaya, 28 Maret 2018. 4:13 WIB Ada banyak jenis mahasiswa disini, terserah berupa apa dia. Yang jelas kami dituntut dan diharapkan bangsa ini.

Orang Pedofil

Gambar
Orang Pedofil Jadi ini bukanlah sebuah artikel. Karena saya tidak memiliki sumber yang tepat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan (melalui wawancara, observasi, atau lain sebagainya). Ini murni sebuah opini dan ajakan untuk membantu anak-anak di bawah umur dari kejahatan seks “orang pedofil”. Saya tidak tahu harus menolong anak-anak dari mana. Saat ini saya paham betul bahwa anak di bawah umur sedang dalam bahaya. Ini bukan berarti Anda harus mengekang anak Anda, adik Anda, atau siapapun saudara Anda yang masih di bawah umur. Hal tersebut bukan malah membantu, tapi malah menambah masalah karena anak-anak tidak akan tahu bagaimana dunia luar. Menurut saya, hal utama yang dapat dilakukan adalah dengan peduli. Kita bisa memberikan pemahaman seputar pendidikan seks kepada anak-anak. Hal yang sederhana saja. Misal memberi pemahaman bahwa orang lain tidak boleh menyentuh pada daerah tertentu karena apa (tolong sebutkan alasannya karena itu kunci utamanya, harus ada sebab ak...

Jogja, 08:55 WIB

Gambar
19 Jan 2018 17 Jan 2018 Jogja, 08:55 WIB (Dinda Ayu Salsabila) Aku menatap hujan dari balik jendela kereta Pulang tanpa rindu terobati Sungguh sesak tertahan di dalam jiwa Andaikan aku mudah menangis Dengan luka tusuk rintik hujan Jogja Mengharap sembuh dengan syair penyemangat Tapi hanya tatapan sendu yang menghiasi wajah Kuhirup dalam aroma AC gerbong kereta Hhh... Bertahun stuck dalam rasa yang sama Sendiri aku merasa sepi Jember, 20 Januari 2018. 14:22 WIB

Takaran Cantik

Surabaya, 23:00 WIB. 20 November 2017 Takaran Cantik Kemarin kawanku bertanya, “Apakah kamu merasa dirimu cantik?”. Tentu saja aku kaget mendengarnya. Ada apa dengan anak ini, tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang membuat wanita merasa risih. Aku hanya diam. Tak tahu harus ku jawab apa. Kemudian, dia beranya kembali, “Oke, gini aja aku ganti pertanyaanku. Apakah hidupmu selama ini berjalan lancar tanpa hambatan?” Hah? Tentu saja tidak! Yang benar saja... ”Bukannya sudah jelas kalau tidak ya. Banyak hambatan di setiap perjalananku,” jawabku dengan sedikit ekspresi geli mendengarkan pertanyaannya. Tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku tersebut. Ada apa dengan anak ini? Gila. Kutunjukkan wajah bingungku padanya. “Hahaha, maaf, maaf. Itu artinya dirimu kurang cantik,” jawabnya. Ya Tuhan, sungguh menyebalkan ketika yang mengatakan hal tersebut adalah seorang pria. “Kamu sadar gak sih. Ukuran yang tepat untuk memastikan bahwa kamu cantik atau tidak adalah dari alur hidupmu...