Postingan

Ragam Maha

Ragam Maha Oleh: Dinda Ayu Salsabila Bungkam diam menyimpan dendam Merutuk kantuk yang menumpuk Berkata dengan kata tak tertata Berargumentasi dalam demonstrasi tak berisi Mengalir menyusur hilir bergilir Surabaya, 28 Maret 2018. 4:13 WIB Ada banyak jenis mahasiswa disini, terserah berupa apa dia. Yang jelas kami dituntut dan diharapkan bangsa ini.

Orang Pedofil

Gambar
Orang Pedofil Jadi ini bukanlah sebuah artikel. Karena saya tidak memiliki sumber yang tepat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan (melalui wawancara, observasi, atau lain sebagainya). Ini murni sebuah opini dan ajakan untuk membantu anak-anak di bawah umur dari kejahatan seks “orang pedofil”. Saya tidak tahu harus menolong anak-anak dari mana. Saat ini saya paham betul bahwa anak di bawah umur sedang dalam bahaya. Ini bukan berarti Anda harus mengekang anak Anda, adik Anda, atau siapapun saudara Anda yang masih di bawah umur. Hal tersebut bukan malah membantu, tapi malah menambah masalah karena anak-anak tidak akan tahu bagaimana dunia luar. Menurut saya, hal utama yang dapat dilakukan adalah dengan peduli. Kita bisa memberikan pemahaman seputar pendidikan seks kepada anak-anak. Hal yang sederhana saja. Misal memberi pemahaman bahwa orang lain tidak boleh menyentuh pada daerah tertentu karena apa (tolong sebutkan alasannya karena itu kunci utamanya, harus ada sebab ak...

Jogja, 08:55 WIB

Gambar
19 Jan 2018 17 Jan 2018 Jogja, 08:55 WIB (Dinda Ayu Salsabila) Aku menatap hujan dari balik jendela kereta Pulang tanpa rindu terobati Sungguh sesak tertahan di dalam jiwa Andaikan aku mudah menangis Dengan luka tusuk rintik hujan Jogja Mengharap sembuh dengan syair penyemangat Tapi hanya tatapan sendu yang menghiasi wajah Kuhirup dalam aroma AC gerbong kereta Hhh... Bertahun stuck dalam rasa yang sama Sendiri aku merasa sepi Jember, 20 Januari 2018. 14:22 WIB

Takaran Cantik

Surabaya, 23:00 WIB. 20 November 2017 Takaran Cantik Kemarin kawanku bertanya, “Apakah kamu merasa dirimu cantik?”. Tentu saja aku kaget mendengarnya. Ada apa dengan anak ini, tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang membuat wanita merasa risih. Aku hanya diam. Tak tahu harus ku jawab apa. Kemudian, dia beranya kembali, “Oke, gini aja aku ganti pertanyaanku. Apakah hidupmu selama ini berjalan lancar tanpa hambatan?” Hah? Tentu saja tidak! Yang benar saja... ”Bukannya sudah jelas kalau tidak ya. Banyak hambatan di setiap perjalananku,” jawabku dengan sedikit ekspresi geli mendengarkan pertanyaannya. Tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku tersebut. Ada apa dengan anak ini? Gila. Kutunjukkan wajah bingungku padanya. “Hahaha, maaf, maaf. Itu artinya dirimu kurang cantik,” jawabnya. Ya Tuhan, sungguh menyebalkan ketika yang mengatakan hal tersebut adalah seorang pria. “Kamu sadar gak sih. Ukuran yang tepat untuk memastikan bahwa kamu cantik atau tidak adalah dari alur hidupmu...

Hujan Turun dan Sewindu

Surabaya, 06 November 2017. 21:30 WIB. Hujan Turun, Dia kawanku, yang bernyanyi dengan amat keras, yang menggila di sepanjang jalan. Aku tahu dia sedang pilu. Menahan rasa untuk wanita yang meninggalkannya begitu saja. Dia umumkan rasa sakit itu pada semua orang. Mungkin mereka akan menganggapnya gila. Tidak dengan diriku. Kuikuti semua lagu yang dia lantunkan. Aku rasa, aku paham dengan perasaannya. Waktu Hujan turun, di sudut gelap mataku Begitu derasnya ‘kan kucoba bertahan -(Sheila On 7-Hujan Turun) Sewindu, Entah sudah berapa lama rasa itu menyelubungi dirinya. Entah sampai kapan dia akan membiarkan rasa sakit itu. Seperti seorang pecundang, dia hanya bisa mengumumkan pada dunia bahwa saat ini rasa sakit yang dia rasakan bukan main. Dan aku, menangis untuknya, untuk dirinya yang tak dapat meneteskan air mata. Semoga ini dapat meredam rasanya. Sesaat dia datang Pesona bagai pangeran dan beri kau harapan Ku halang cinta dan masa depan Engkau lupakan aku, semua usaha...

Bisikan Pertiwi

Gambar
21 Okt 2017 Surabaya, 15:04 WIB. 23/10/17 Bisikan Pertiwi Alam berbisik lirih di telingaku. Andai kamu tahu, dia sedang bersedih dalam warna sendu. Dia sedang mengantar kepergian mentari. Tebing yang tadinya terlihat gagah pun ikut menunduk. Ini, saatnya dia mengadu pada ibu. Ibu pertiwi meringkih kesakitan tapi dia tetap dalam ketenangannya. Ia tahu bukan hanya dia yang bersedih, tapi anaknya juga. Dengan cara lain. Tebing marah melihatku berada disini. Seperti ada dendam. Seperti aku telah membunuh sanak saudaranya. Laut meronta seperti bayi yang menginginkan ASI. Berharap manusia bisa seperti ibunya yang tahu dengan bahasa isyarat yang dia berikan. Aku hanya diam dan mencoba bersimpati pada mereka. “Nak, kamu harus tahu, kami membenci manusia. Sebaik apapun mereka. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Ini takdirku dan anak-anakku. Aku hanya bisa diam dan bersedih. Si Laut selalu meronta dan Tebing selalu menjadi pemarah akhir-akhir ini. Semenjak kakaknya digunduli , dipenggal, d...

Empat Tahun Lalu

Gambar
Surabaya, 23:06 WIB 18/10/17 Dia liar. Seperti menari mengikuti irama dan lagu di lapangan. Aku melihatnya bebas. Permainan raket selalu membesarkannya. Shuttlecock dibuatnya terbang seperti jet dan jatuh mendarat di daerah lawan. Dia tersenyum kepadaku. Akhirnya aku melihat dirinya yang sesungguhnya. - empat tahun lalu 2013