Postingan

Tahi!

Surabaya, 25 April 2017. 21:50 WIB. TAHI! Seperti melihat hal paling menjijikkan. Begitulah caranya menatapku. Mungkin jauh lebih menjijikkan dari setumpuk tahi di depan mata. Kalau aku jadi dia, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Melirik. Membuang pandang. Mau muntah. Menjauh. Ya, ketika ada hal yang paling menjijkkan dari tahi, tentunya akan ku buang jauh-jauh dari pandanganku dan kubersihkan dengan sabun paling wangi agar bau itu tak lagi mengikutiku. Saat ada tahi itu lagi di depan mataku. Berkali-kali. Mungkin aku hanya akan mengabaikannya dan menjauhinya. Karena hal menjijikkan tetaplah menjijikkan meskipun aku sudah terbiasa melihatnya. Seperti tahi.

Waktu.

Surabaya, 20 April 2017. 22:01 WIB Waktu. Waktu selalu berlalu lalang di depanku. Seakan dia sibuk akan tugasnya yang teramat berat itu. Dia harus membimbing semua manusia untuk tetap berjalan pada waktunya. Dia tak pernah membiarkan manusia untuk kembali di waktu sebelumnya. Tak sedetikpun. Dia juga tak akan mengijinkan siapapun mengintip masa depannya. Karena manusia harus pada waktunya. Sebagai manusia, aku sendiri pernah berpikir untuk kembali di waktu yang membuatku bahagia. Atau aku ingin kembali untuk memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Tapi, waktu tak mengijinkannya. Katanya, “Kau hanya lelah terhadap hal yang aku lakukan sekarang. Istirahatlah. Setelah itu, jalani saja pada waktumu.” Berkali-kali aku juga berpikir, apa aku bisa mengintip secercah waktu selanjutnya? Aku ingin tau. Kadang aku juga lelah dibuat penasaran oleh sang waktu. Aku juga sering meraba-raba dan membayangkan diriku di masa depan. Tapi, kata waktu, “Bersabarlah. Pasti ada saatnya waktumu tiba.”

Wahai Hati

Surabaya, 13 April 2017. 21:01 WIB Wahai hati, aku tau kau di sini. Di dalam diriku. Aku tau kita satu. Aku tau kau yang mengendalikanku. Wahai hati, perasaan ini tak akan pernah nyata. Aku tau "rasa" itu tidak nyata. Tapi ada. Wahai hati, yang selalu menciptakan bayang semu. Bahagia muncul setiap aku memikirkan rasa. Wahai hati, apa kau tau ini apa? Aneh. Geli saat bahagia datang, remuk saat sedih menghampiri. .......... Aku tidak yakin, tapi ini yang kurasakan ketika tiba-tiba dia ada, Wahai Hati.

Teruntuk Kau

Gambar
gambar dari google Teruntuk Kau (Oleh: Dinda Ayu Salsabila) Teruntuk sahabatku yang menghilang begitu saja, Aku menulis surat ini untukmu. Meski aku tau surat ini tidak akan sampai di tanganmu. Awalnya aku ragu untuk menulisnya. Tapi aku tahu, ini dibutuhkan. Bagaimana kabarmu? Aku harap kau sangat baik di kampung. Lama sudah kita tidak bertemu. Jangankan menyapa secara langsung, menyapa lewat berbagai sosial media pun kita sudah sangat jarang. Bahkan mungkin tidak pernah. Kalau kamu bertanya mengapa aku menuliskan surat ini untukmu, padahal teknologi sudah sangat canggih. Aku akan menjawabnya untukmu nanti, saat kita bertemu. Teman, sudah berapa lamakah kita tidak bertemu? Sudah seberapa jauhkah jarak antara kita? Masihkan kau mengingat diriku? Masihkan kau ingat momen masa SMA kita? Kalau diingat-ingat, masa SMA kita mungkin tidak seindah masa SMA orang lain. Tapi bagiku itu sangat berarti. Masa-masa itu memberiku pelajaran yang sangat berharga tentang segalanya, dan ...

Karpet Kaki Lima

Gambar
gambar dari google Karpet Kaki Lima (Oleh Dinda Ayu Salsabila) Aku tak lagi bisa memijak Bukannya aku tak punya kaki Tak ada lagi pijakan yang dapat ku pijak Langkah ini seakan tak mampu mengikutiku Aku berjalan menuju setitik sinar Tapi aku sudah tak punya jalan lagi Jalan yang seharusnya menuntunku Karpet merah yang seharusnya aku banggakan Kini t’lah menjadi lapak kaki lima Mereka meronta, menjerit, memelas Saat aku menuntut hakku Mereka menyalahkan diri lain Membenarkan diri mereka Lalu aku? Apa nyawaku tidak lebih berharga? Emas yang mereka dapatkan Manis yang mereka rasakan Apa mereka tidak bisa mengorbankannya? Untukku Untuk hak yang seharusnya aku dapatkan

Penyakit Aneh

Gambar
Cerpen yang aku tulis ini sebenernya buat lomba. Tapi, berhubung gak menang, jadi aku pos aja deh :v Penyakit Aneh? (Oleh Dinda Ayu Salsabila)        Dasar, Vino gila! Gara-gara dia aku kena penyakit aneh. Entahlah apa nama penyakit itu. Aku sebut saja penyakit aneh. Gejala penyakit ini benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku yang secerdas ini mendadak menjadi bodoh dan tidak tahu apa-apa. Otakku yang tadinya isinya hanya belajar, bermain, dan liburan mendadak berubah manjadi Vino, Vino, dan Vino. Aku sering merasa bingung. Penyakit itu juga menyerang bagian yang aku sendiri tidak mengetahui dimana tempatnya. Karena aku hanya bisa merasakannya. Rasanya tidak enak, tapi menyenangkan. Ah entahlah, sulit untuk mendeskripsikannya. Untuk gejala fisiknya, aku sering merasa mual, kenyang, dan tidak mau makan. Makanya aku jadi kurus kering begini sekarang. Awas kamu, Vin!       Hari ini aku merasa ingin tidak mau masuk s...

Nano Nano!

Gambar
HAH! Hari ini aku kena insomnia. Sial! Gak ngantuk sama sekali. Padahal besok aku ada ekskul. Untungnya laptopku ini dan lagu-lagu di dalamnya mau menemaniku. Yaaa, setidaknya aku ada kerjaanlah. Nulis. Oh iya, sebenernya aku ada PR. Ah, kenapa aku gak ngerjakan aja? Daripada nulis buat posting -an blog. Aduh, biarlah, aku lagi gak mood ngerjakan PR. Hehe. Udah deh, lupakan monologku barusan. Sekarang langsung aja ke topik. Cekidot... Eh, aku belom bilang mau nge- post tentang apa? Wkwkw. Oke deh, aku beri tahu sekarang. Bahasan kita sekarang adalah tentang rasa. Hahah, kayak judul lagu gak sih? Sek , lagu siapa ya? Duh, sudah ah, lupa! Okay , rasa. Mmm, kata orang sih kalo gak ada rasa, seindah apapun dunia ini, hambar. Kayak makanan. Coba deh kalian makan makanan hambar dan gak usah dikasih bumbu. Gimana? Gak enak kan? Sepahit apapun pare, kata nenekku sih enak. Pahit padahal. Oke, sebenernya aku bukan mau bahas tentang rasa yang itu, bukan rasa-rasa masakan. Tapi, tent...