Langit Sore

Duh, sebenarnya baru pertama kali aku ngepos cerpenku. Jujur, menurutku itu cerpen masih kurang banget. Apalagi kalau dibandingkan karyanya temanku -___- Tapi ya udahlah, toh itu cerpenku cuma cerita khayalan yang ada dipikiranku dan yang aku rasa harus aku keluarkan. So, aku pos aja deh di blogku ini. Ya udah, selamat membaca... :D



Langit Sore
(Dinda Ayu Salsabila)

            Langit sore memang selalu terlihat indah. Apalagi langit yang berwarna biru dan berbalutkan awan putih itu terciprat cahaya mentari. Biru, putih, dan oranye. Aku tak menyangka kalau perpaduan warna tersebut bisa menjadi warna yang indah. Tuhan benar-benar menciptakannya dengan sempurna. Ini yang membuatku selalu ingin menatap langit. Karena langit selalu terlihat indah.

            Semilir angin yang datang ‘tuk menjemput mentari pun ikut serta menambah keindahan langit. Belum lagi, awan yang berkejar-kejaran. Dedaunan pohon yang bergoyang mengikuti alunan musik yang dimainkan angin. Mereka benar-benar sebuah karya yang luar biasa. Yang diciptakan dengan setiap detil keindahan.

            Aku selalu merasa senang dan tenang saat berkumpul dalam pesta keindahan ini. Itulah mengapa aku selalu datang tuk menghampirinya. Aku ingin selalu bisa melihat langit. Hanya saja, terkadang langit juga merasa sedih dan menangis hingga awan hitam menutupi wajahnya. Mungkin ia merasa malu karena takut dianggap cengeng. Padahal, bukan ia yang selalu menangis dihadapanku, tapi aku yang selalu menangis dihadapannya. Untuk masalah sedikit saja aku selalu menginginkan untuk menatapnya. Dan kemudian aku akan meneteskan air mata. Bukankah aku yang selalu terlihat cengeng?

            Seperti waktu itu. Aku yang datang karena sudah tak tahan akan semua masalah yang aku hadapi hari itu. Saat air mataku telah penuh untuk aku tampung. Aku selalu menumpahkannya dihadapannya. Hari itu aku langsung menceritakan semua kepadanya. Karena hari itu semua masalah menjadi besar. Sahabat-sahabatku yang dari waktu ke waktu mulai meninggalkanku dengan bermacam alasan. Lina, sahabatku yang pertama kali meninggalkanku karena ia pindah keluar kota dan sampai sekarang tak ada kabar. Beberapa waktu kemudian, Gia kabur dari rumah karena masalah orang tuanya yang broken home. Dan Tania, dia mungkin sudah punya sahabat baru karena aku tak tahu mengapa dia meninggalkan sahabatnya ini. Padahal, aku dan Tania tak pernah bertengkar serius sebelumnya. Tapi, akhir-akhir ini aku sering melihat dia bersama pacarnya dan geng barunya. Ya, mungkin itu geng barunya.

            Selain masalah dengan sahabatku, aku juga punya masalah dengan cinta yang membuatku tak kuasa untuk segera menceritakan padanya. Masalah ini dari awal memang menjadi masalah yang mungkin akhirnya akan mengarah pada semua kesalahanku. Aku suka sama seorang cowok yang menjadi kapten tim basket di sekolahku, Reno. Dia orangnya keren dan gentleman banget. Menurutku, dia adalah salah satu cowok yang benar-benar pantas disebut cowok. Karena dia selalu bersikap lembut pada cewek. Belum lagi, dia selalu mengalah pada cewek. Benar-benar perfect kan? Tapi sayang, dia adalah pacar sahabatku sendiri. Ya, Tania. Dia adalah pacar Tania. Cewek perfect yang semua cowok pasti mendambakannya, termasuk Reno. Kalian sekarang tahu kan mengapa Tania meninggalkanku dan sampai memiliki geng baru? Ya, itu pasti karena dia sudah tahu kalau aku mengkhianatinya. Dia pasti sudah tahu kalau aku suka sama Reno. Benar-benar bodoh. Kalian semua sudah tahu sekarang bahwa akulah penyebab semua masalahku.

            Semua orang benar-benar menyalahkanku. Karena aku yakin kalau semua orang pasti sudah tahu kalau aku adalah pengkhianat yang berani mengkhianati sahabatnya sendiri. Ya, semua kecuali Reno dan langit. Reno tak pernah menyalahkanku meski karena aku menyukainya dan meski ia adalah pacar sahabatku. Itulah yang membuatku semakin tak bisa melupakannya. Sampai kapan ia akan membiarkanku menyukainya dan membuatku menjadi semakin liar?

            Aku ceritakan semua itu kepada langit. Meski semua orang sudah tak peduli padaku. Ia selalu menenangkan hatiku. Aku merasa ia mengatakan, “Semua itu bukan salahmu. Orang memiliki rasa suka terhadap lawan jenis itu sangat wajar, termasuk suka sama Reno. Hanya mungkin semua orang tak tahu alasan mengapa kamu bisa suka sama pacar sahabatmu itu. Semua hanya akan mengira dan berpikir hal yang logis menurut mereka saja.  Tapi menurutku, semua orang pasti memiliki keinginan, seperti kamu yang menginginkan sahabat-sahabatmu kembali, baikan dengan Tania, ataupun menjadi kekasih Reno. Semua itu wajar. Langit itu luas dan tak terbatas. Seperti keinginanmu yang luas dan tak terbatas hingga orang lain yang ingin merusaknya tidak akan bisa. Langit itu luas dan tak terbatas. Tak hanya satu keinginan ataupun satu impian yang ada, tapi banyak dan tak terbatas. Jadi, kamu bebas memilih mana keinginan dan impian yang akan kamu gapai. Tak hanya menjadi kekasih Reno. Tapi kamu bebas menjadi kekasih orang yang lebih pantas untukmu.”

            

Komentar