Titik Nol Kedua

 Ketika mimpimu yang begitu indah

Tak pernah terwujud, ya sudahlah

Saat kau berlari mengejar anganmu

Dan tak pernah sampai, ya sudahlah, hmm

Dulu aku benci sekali mendengarkan lagu Ya Sudahlah milik Bondan. Aku benci ketika aku harus menyerah atas semua mimpiku yang aku rangkai. Bagiku semua mimpi pasti bisa diraih. Dan semesta akan mengantarkan kita pada mimpi kita itu.

Namun, setelah melalui masa pahit hidup, rasanya lagu itu lebih realistis untuk didengarkan. Maknanya bisa diterima. Aku tidak lagi melabeli lagu tersebut dengan kata "menyerah". Sekarang aku akan menggantinya dengan "ikhlas".

Akhir-akhir ini aku juga mendengarkan lagu Catatan Kecil dari Adera. Aku suka sekali bait ini, 

Bila dunia membuatmu kecewa

Karna semua cita-citamu tertunda

Percayalah segalanya

Telah diatur semesta

Agar kita mendapatkan yang terindah

Mendengarnya membuatku jadi lebih bersemangat untuk melanjutkan hidup. Rasanya mimpi itu hidup kembali.


Baru saja aku bertemu teman-teman lamaku. Aku merasa hidup kembali setelah apa yang aku lewati kemarin. Aku juga berterima kasih kepadanya, temanku yang memiliki mimpi berbeda dari kebanyakan orang. Aku bilang kepadanya, "Tampar aku ketika aku lupa. Aku akan mengikuti permainan dunia. Bagiku tidak mudah untuk bangkit kembali setelah luka yang aku dapatkan. Kemungkinan terseret arus pasti ada, makanya nanti pukul aku ketika aku lupa. Sampai jumpa di perempatan lagi, Kawan"

 

-Din, Jember 29-1-2023 22:02 WIB

Komentar